Langsung ke konten utama

Postingan

Tradisi Sasak: BEGIBUNG

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan bangsa, salah satunya ialah suku Sasak. Suku Sasak memiliki beragam tradisi yang unik. Salah satu tradisi tersebut adalah tradisi begibung. Tradisi begibung merupakan salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat suku Sasak. Tradisi ini dilakukan ketika ada acara begawe, syukuran dan lain-lain. Begibung dilakukan dengan cara menaruh nasi dan lauk pada name (nampan) atau pelepah pisang. Kemudian, nasi dan lauk tersebut dimakan oleh dua orang atau lebih dengan menggunakan tangan. Biasanya, makanan yang disajikan tersebut dimasak oleh banyak orang dan nikmati oleh banyak orang juga. Jadi,  begibung bisa diartikan sebagai acara makan bersama. Nilai yang bisa diambil dari tradisi ini adalah nilai kebersamaan. Di mana, orang-orang yang memakan makanan tersebut akan sama-sama merasakan enak atau tidak enaknya makanan yang sajikan. Nilai kebersamaan juga bisa dilihat dari proses kebersamaan saat memasak dan memakan makanan yang dis...
Postingan terbaru

PIAGAM GUMI SASAK: haru sekaligus bangga, akhirnya Sasak punya piagam sebagai cermin jati diri bangsa Sasak

          Sasak tulen - Dua tahun silam, tepatnya pada tanggal 26 Desember tahun 2015 merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat NTB, khususnya masyarakat Sasak. Para tetua dan tokoh masyarakat dari Sasak, Samawa dan Mbojo berkumpul di Museum NTB. Mereka membahas tentang kebudayaan. Perkumpulan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya isu-isu negatif tentang kebudayaan Sasak. Orang-orang asing yang ingin mengahancurkan budaya Sasak, salah satunya melalui tulisan mereka tentang kebudayaan Sasak yang tidak sesuai dengan aslinya. Oleh karena itu, masyarakat Sasak mencetuskan Piagam Gumi Sasak sebagai sikap dan cermin jati diri bangsa Sasak. Berikut naskah Piagam Gumi Sasak: PIAGAM GUMI SASAK BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM      Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusisaan, melalui simbol...

Tradisi Sasak: Makna yang terkadung dalam tradisi Sorong Serah Aji Krame

Sasak Tulen- Nyongkolan merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat suku Sasak ketika ada orang yang menikah. Tradisi nyongkolan sudah ada sejak dahulu. Pada umumnya, nyongkolan hanya dilakukan oleh kaum bangsawan, seperti yang dikatakan oleh Lalu Rabdi (tokoh masyarakat desa Padamara) “Nyongkolan pada umumnya hanya dilakukan oleh kaum bangsawan, jika ada wanita bangsawan menikah dengan orang biasa, tradisi sorong serah (nyongkolan) tidak dilakukan. Tetapi, jika pihak laki-laki dari kaum bangsawan menikahi wanita tidak bangsawan atau kedua pihak dari kaum bangsawan, maka tradisi sorong serah (nyongkolan) tetap dilakukan”. Menurut Amaq Mar (tokoh masyarakat dusun Lembuak, Narmada), beliau juga mengatakan bahwa tradisi nyongkolan sudah ada sejak dahulu. Tradisi nyongkolan dilakukan oleh masyrakat Sasak pada saat ada orang yang menikah. Prosesi ini dilakukan untuk memperkenalkan pengantin kepada masyarakat dengan cara yang sedemikan rupa, tentunya dengan mengutamakan adat ke...